SEJARAH BERDIRINYA GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA DAERAH KOTA SAMARINDA
Pemekaran Daerah Samarinda untuk menjadi satu Daerah baru sudah pernah dimunculkan dalam Konprensi dan Raker Daerah Mahakam Utara sebelum tahun 1983, namun karena tidak mendapat respon dan perhatian secara serius maka topik tentang pemekaran sebatas pembicaraan. Seiringnya perkembangan pelayanan di kota Samarinda semakin pesat dan maju maka melalui Konperensi Daerah Mahakam Utara di GKII Gemar Baru tanggal 17-23 Mei 1983, telah ditetapkan dan diputuskan bahwa Daerah Mahakam Utara perlu membuat agenda tentang pemekaran Daerah baru yaitu Daerah Kota Samarinda. Walaupun sudah diputuskan dan diagendakan, namun tantangan dari tokoh-tokoh gereja terus ada. Mereka berkesimpulan bahwa pemekaran ini adalah bentuk untuk memecahkan gereja yang ada di Daerah Mahakam Utara. Bertepatan dengan keputusan akan adanya satu Daerah baru, ada dua pos pelayanan yang telah diputuskan menjadi jemaat mandiri di kota Samarinda yaitu jemaat GKII Gunung Cermin Sempaja dan Jemaat GKII Pampang, yang pada saat itu surat keputusan dikeluarkan dan ditandatangani Badan Pengurus Daerah Mahakam Utara, Ketua : Pdt.Soleman Usat dan Sekretaris: Pdt.Thomas Bilung. Dengan diresmikanya dua pos pelayanan menjadi jemaat mandiri, maka jemaat-jemaat mandiri yang ada di Kota Samarinda semakin banyak. Atas dasar inilah gagasan pemekaran untuk Daerah kota Samarinda terus dikumandangkan dalam setiap Raker dan Konprensi di Daerah Mahakam Utara. Hal lain karena tempat dan keadaan yang strategis, pemekaran diperlukan untuk efektifnya pelayanan. Pelayanan di Daerah Mahakam Utara terus berkembang sehingga untuk mempermudah menjangkau jemaat-jemaat yang ada maka BPD GKII DMU membentuk koordinator pelayanan. Jemaat yang berada disekitar Tenggarong, Samarinda dan Balikpapan di sebut koordinator Mahakam Ilir. Pada tanggal 15-18 juni 2004 Rakerda II DMU di Samarinda memutuskan bahwa jemaat-jemaat yang berada di sekitar kota samarinda menjadi satu Daerah baru , yang akan di sahkan pada Rakerda III DMU di Uma’ Tukung tahun 2005. Ketua Daerah pada saat itu Pdt.Samuel Alung S.Th dan Sekretaris Pdt.Diliyus, S.PAK M.Th. Kerinduan untuk menjadi Daerah baru mendapat tantangan dari tokoh-tokoh gereja, namun tantangan itu membuat jemaat-jemaat yang berada di sekitar kota Samarinda semakin antusias dan memiliki satu suara yaitu siap menjadi satu Daerah pemekaran.
Pemekaran ini pun di setujui oleh Ketua GKII Pusat yang pada saat itu dipimpin oleh Pdt.DR.Yopi Tomatala yang berkenan hadir dalam Rakerda II DMU di Samarinda. Sebelum mendapat persetujuan untuk pemekaran tersebut pada Rakerda II DMU di Samarinda, tim yang menamakan tim sukses pemekaran Daerah kota Samarinda telah membaca surat Deklarasi yang intinya agar jemaat-jemaat yang berada di sekitar kota Samarinda diresmikan menjadi satu Daerah baru. Adapun yang membaca Deklarasi tersebut adalah Pdt.Yabes Kapasian, B.Th. Setelah di putuskan dan disetujui, maka dibentuklah tim kerja persiapan pemekaran Daerah Mahakam Ilir, yang SK nya di keluarkan oleh Badan Pengurus Wilayah Kalimantan Timur, tanggal 8 Nopember 2004. Adapun tugas tim tersebut sesuai SK adalah menyusun proposal persiapan daerah pemekaran yang meliputi : Nama Daerah, Kantor ( Pusat Administratif ), Ifentaris Kantor, Akomodasi ( Rumah Dinas Badan Pengurus Harian ), Anggaran Belanja Daerah untuk satu tahun ( rencana pemasukan dan pengeluaran ). Tim ini bekerja selama empat bulan yaitu Nopember 2004 sampai Februari 2005. Komposisi dan personalia tim kerja penyusun proposal pemekaran:
Pdt. U. Luther Ujung,M.Th : Penasihat ( Koordinator GKII Mahakam Ilir )
Drs.Welem Philipus, M.Si : Ketua merangkap anggota ( GKII Temindung )
Drs. E. Thamus Bodjer : Sekretaris merangkap anggota ( GKII Bukit Zaitun Karang Asam )
Drs.Mansyuri Laban : Anggota ( GKII Jln Aminah Syukur )
Drs.Ibrahim Dungau, M.Si : Anggota ( GKII Sidodadi )
S. Yamos Pudun : Anggota ( GKII Gunung Cermin sempaja )
Ev.Oktavianus Rihi, B.Th : Anggota ( GKII Teluk Lerong )
SK ini ditandatangani Ketua GKII Wilayah Kaltim Pdt. Elly Djuk, M.Div dan Sekretaris Pdt. Marso Libut, S.Th. Tibalah saat yang dinantikan dan dirindukan, Rakerda III GKII DMU memutuskan jemaat-jemaat yang berada di sekitar kota Samarinda, Resmi menjadi satu Daerah baru sejak tanggal dikeluarkanya SK tanggal 24 juli 2005. Komposisi Badan Pengurus Daerah persiapan GKII Kota Samarinda periode 2005/2006 sebagai berikut :
I. PENASIHAT :
1. Bidang Teologi : Pdt. Dr. Tebun Ndjau
2. Bidang Hukum : Laden Merang, SH
3. Bidang Organisasi : Drs. Marthin Billa, MM
4. Bidang Ekonomi : Drs. Melki Kamuntik
II. PENGURUS INTI :
1. Ketua : Pdt. U. Luther Ujung, M.Th
2. Wakil Ketua : Pdt. Abia Riung, S.Th
3. Sekretaris : Ev. Abraham Ruben, S.Pd, Th.M
4. Wakil Sekretaris : Ev. Junaidi Yahya, S. Th
5. Bendahara : Pdt. Robert Merang Apui, S.Th
6. Wakil Bendahara : Drs. Ibrahim Dungau, M.Si
III. KOMISI-KOMISI :
1. Pembangunan : Drs. Philipus Gaing
2. Dana : Marthen Sablon, SH,MBA
3. Penginjilan : F.C. Soleman
4. Sosial : Ny. Theresia Philipus
5. Pendidikan : Dra. Rina Laden, MM
6. Perkaria : Pdt. Obed Djuk
7. Pemuda : Ev. Iwan Bambang, M.Div
8. Perkauan : Pdt. Marlena Ukung, S. Th
9. Anak dan Remaja : Ev. Atika Petrus, S.Th
IV. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN ( BPK ) :
1. Drs. Joko Sutarno
2. Franklin Ngir, S.Sos
Setelah I tahun berjalan menjadi Daerah yang mandiri, beberapa jemaat telah membuat nama jemaat sesuai keputusan Konferensi dan Raker GKII DKS.
Konferensi I GKII DKS telah dilaksanakan dengan baik berkat dukungan kita semua sehingga menghasilkan keputusan dan berbagai program untuk periode pelayanan 2006-2011. Komposisi Personalia BPD GKII DKS 2006-2011 :
NAMA-NAMA BPD GKII DKS PERIODE 2006-2011
Pdt. Abia Riung, MA. Ketua Daerah
Pdt. Robert Merang, MA. Wakil Ketua
Pdt. Lenggan Pait, MA.CE. Sekretaris Daerah
Pdt. Abraham Roben, S.Pd. Th.M. Wakil Sekda
Pdt. Rosmiaty Loly, S.Th. Bendahara
Franklin Ngir, S.Sos Wakil Bendahara
Pdt. Obed Djuk Ketua Komisi Perkarya
Pdt. Marlena Ukung, MA Ketua Komisi Perkauan
Ev. Daud Sekius, S.Th. Ketua Komisi pemuda
Pdt. Atika Petrus MA. Ketua Komisi Kopara
Pdt. Novel Baya, MA. Ketua Komisi PI
Theresia Philipus Ket. Komisi Usaha Dana
Uluk Ujung, MA Ket. Komisi Pendidikan
I. Made Sukarya Ket. Kom.Pembangunan
Drs. Melki Kamuntik, MA. Penasihat Organisasi
Pdt. Musa Unya, Sm.Th. Penasihat Theologi
Marthen Sablon, SH., MBA. Penasihat Hukum
Drs. Ibrahim Dungau, M.Si. BPK
Ingan Njau, SE. BPK
Juani Herawati, S.Sos. Ket. Komisi Sosial
14 Jemaat lokal dan I Pos PU telah berkomitmen bersama-sama untuk pelayanan di Daerah yang baru ini sehingga banyak kemajuan-kemajuan yang telah kita lihat dan rasakan untuk pelayanan pekerjaan Tuhan. Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Kota Samarinda pada tahun ini merayakan HUT ke 4. Sampai pada tahun 2009 ini jumlah penganut GKII DKS sesuai dengan Data statistik sebanyak 2962 jiwa, 30 pekerja yang tersebar di 14 jemaat lokal dan I Pos PU. 13 jemaat dan 1 Pos PU sudah memiliki Gedung Gereja yang permanen dan 1 jemaat sedang dalam perencanaan pembangunan. Kita bersyukur karena pelayanan ini tetap eksis sampai sekarang,walaupun ada berbagai kendala. Perjalanan GKII Daerah Kota Samarinda telah banyak didukung oleh jemaat-jemaat. Perkembangan yang lain di jemaat-jemaat lokal yaitu ada beberapa Pos PU yang sedang ditangani oleh jemaat. Kami berbesar hati bahwa Pos yang sedang di layani, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan menjadi jemaat mandiri, sehingga menambah jumlah jemaat lokal yang berada di kota samarinda.
Demikian Sejarah singkat berdirinya GKII DKS, dan apabila dalam penulisan ini ada hal-hal yang belum disampaikan kami akan memperbaiki sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua. Sumber dari : Arsip-arsip BPD-DMU yang dikirim ke BPW GKII Kaltim di Samarinda.
